Tentang klien
Mega Bakes adalah produsen kue kering di Surabaya yang bekerja berdasarkan pesanan — nastar, butter cookies, sagu keju, dan hampers yang disusun dari ketiganya. Seluruh penawarannya bertumpu pada satu keputusan: mereka memakai Wijsman Butter. Di kategori yang semua penjualnya mengaku premium dan toplesnya terlihat sama saja di foto, justru itulah satu fakta yang layak dikenal.
Usahanya juga musiman. Kue kering dibeli dalam ledakan-ledakan pendek — Lebaran, Natal, Imlek, serta hampers yang dikirim orang untuk lamaran dan ulang tahun di antaranya. Pembeli yang tidak mengingat Anda pada empat minggu menjelang hari raya tidak akan membeli sama sekali tahun itu.
Yang kami kerjakan
Akunnya harus terlihat mapan sebelum usahanya benar-benar mapan. Jadi kami membangunnya sebagai sistem, bukan sebagai rentetan unggahan: palet tetap hijau tua dan krem, segel bundar Mega Bakes yang diletakkan konsisten, serta sekumpulan kecil templat unggahan tempat seluruh ragamnya bisa dimasukkan — foto produk, klaim yang ditata sebagai tipografi, kartu harga, penawaran musiman. Digulir cepat, feed-nya terbaca sebagai satu brand, bukan sebagai map berisi foto.
Lalu fotografinya, karena kue kering memang sulit dipotret. Bentuknya kecil, warnanya pucat, dan bentuknya berulang, lalu hilang begitu saja di atas latar terang. Kami memotretnya di atas hijau tua, di dalam wadah yang benar-benar dipakai untuk mengirim, cukup dekat sampai teksturnya terbaca — sebab remahnya adalah argumennya. Klaim di feed berbunyi "crisp, buttery, irresistible", dan fotonya harus membuktikan itu, bukan sekadar menyatakannya.
Naskahnya mengerjakan bagian yang tidak bisa dikerjakan foto: isinya apa, harganya berapa, cocok untuk siapa, dan Wijsman Butter yang disebut terang- terangan, bukan disiratkan. Setiap unggahan berakhir di tempat yang dibutuhkan usahanya — nomor WhatsApp, dibuat sesuai pesanan.