Tentang klien
Dapoer Manyar adalah dapur masakan Indonesia di Surabaya — ada tempat makan di lokasi, tetapi sebagian besar usahanya datang dalam bentuk pesanan. Tumpeng untuk slametan, nasi kotak untuk makan siang kantor, prasmanan untuk resepsi, hampers untuk Lebaran, Natal, dan Imlek. Katalognya berganti mengikuti kalender, dan calon pembeli melihat-lihat dulu sebelum menelepon.
Melihat-lihatnya di Instagram. Untuk dapur seukuran ini, akun itu bukan kanal pemasaran yang berdiri di samping usahanya — akun itu etalase, daftar menu, sekaligus daftar harga, dan di situlah sebuah pesanan jadi atau tidak.
Yang kami kerjakan
Tiga bagian pekerjaan, dan urutannya penting. Pertama fotografinya. Makanan termasuk sedikit kategori yang produknya benar-benar menjual dirinya sendiri, asalkan ada yang memotretnya dengan benar — jadi kami memotret seluruh ragamnya sebagaimana ia keluar dari dapur: tumpeng yang disusun untuk slametan, nasi kotak yang ditata untuk pesanan kantor, hampers yang dikemas sesuai musimnya.
Lalu iklan berbayarnya. Permintaan katering tidak datang merata; puncaknya tajam di sekitar Lebaran, Natal, dan Imlek, dan justru di minggu-minggu itu anggaran iklan harus menemukan orang yang memesan untuk empat puluh porsi, bukan semua orang di Surabaya. Kami menjalankan iklannya mengikuti puncak tersebut, dengan fotografi sebagai materi utamanya.
Lalu kami menyerahkannya, dan memang itu tujuannya sejak awal. Akunnya disusun mengikuti cara usahanya berjalan: sorotan cerita memecah katalog menjadi hal-hal yang dipesan orang dengan menyebut namanya — Rice Box, Best Seller, Selat Solo, dan satu sorotan untuk tiap musim hampers — sehingga pengunjung baru menemukan momennya tanpa menggulir unggahan setahun penuh. Struktur itu, berikut pola pemotretan dan penulisan keterangannya, adalah sistem yang dijalankan sendiri oleh dapurnya. Mereka yang mengunggah. Tidak ada yang perlu menunggu kami antara sebuah menu baru dan tayangnya di akun.