Sebagian besar percakapan tentang kecepatan situs berakhir pada skor. Angkanya naik, semua orang senang, dan tidak ada yang berubah di sisi bisnis. Alasan sebenarnya jauh lebih sederhana: orang pergi. Di ponsel, dengan data seluler, di negara yang kualitas koneksinya berbeda jauh antar wilayah, situs yang lambat adalah pintu yang tertutup.
Ke mana waktunya sebenarnya habis
Dari pengalaman kami membangun ulang situs untuk bisnis di Indonesia, tiga hal menyumbang sebagian besar keterlambatan — dan tidak satu pun yang biasanya diduga orang.
Pertama, gambar yang dikirim dalam ukuran salah: foto dua megabita yang lalu dikecilkan browser untuk mengisi thumbnail. Kedua, page builder — editor visual yang menghasilkan struktur halaman berlapis-lapis dan memuat kerangkanya sendiri. Ketiga, skrip pihak ketiga, terutama peta sematan dan widget chat, yang diam-diam mengunduh ratusan kilobita sebelum ada yang memintanya.
Apa yang kami lakukan
Kami mengekspor gambar pada ukuran tampilnya yang sebenarnya, dalam format modern. Kami membangun di atas HTML dan CSS biasa, sehingga tidak ada kerangka kerja yang perlu diunduh sebelum kata pertama muncul. Dan kami menunda semua yang berasal dari pihak ketiga sampai pengunjung benar-benar menginginkannya — peta dimuat saat diklik, bukan saat halaman dibuka.
Hasilnya biasanya situs yang termuat dalam sebagian kecil waktu pada koneksi yang sama. Itu bukan pencapaian teknis, melainkan pencapaian komersial.